sudut nara

penuh-
satu kata yang cukup mendeskripsikan semuanya. tanpa bertele-tele. siapa yang suka penjelasan yang bertele-tele? tidak ada bukan? jadi cukup satu kata, penuh.

tidak banyak yang tau isi kepala ini, kadang sang empunya pun tidak tau semuanya. ia hanya bisa merasakan- kesesakan yang ada dikepala. entah yang mana satu yang ingin dikeluarkan terlebih dahulu. 

cukup berantakan, tumpuk sana- tumpuk sini. sebab, sangking penuhnya- tidak ada lagi ruang untuk menaruh hal yang terjadi hari ini, esok, ataupun lusa. mungkin karna- sudah lama tak terungkapkan. ia hanya sibuk menumpuk- menyimpannya sendiri. 

dinding dan langit kamar yang menjadi saksi, bagaimana merdu isak tangisnya tiap malam. sebab, keesokan harinya- ia harus membuka pintu kamar ini dengan kembali tersenyum. seolah-olah, tak ada yang terjadi, malam tadi. itu sudah menjadi hal yang biasa baginya. 

she just pretending to be ok. and she used to it.

bermonolog adalah salah satu keahliannya, entah itu didepan kaca atau diatas kasur empuknya itu. 

kenapa ia memilih untuk menyimpannya sendiri? cukup simple jawabannya, bukan karna tidak ada yang bisa mengerti, tapi- tidak ada satupun yang bisa mendengarnya. entah sejak kapan, tapi yang pasti- raganya memang masih hidup, tapi jiwa nya telah lama mati. tidak penting siapa yang membunuhnya. 


mungkin, jika ada perlombaan akting antar dunia, ia bisa jadi salah satu pemenangnya. seperti saat ini, ia tetap asik menyeruput americanonya sembari sesekali tertawa menanggapi candaan orang disekitarnya. seakan-seakan, semuanya baik-baik saja. ya- mungkin memang baik-baik saja. dunia ini memang baik-baik saja, hanya dirinya saja yang tidak. dan itu tidak penting, karna dunia tetap berputar. bagaimana pun keadaannya saat itu. 

dadanya juga kerap kali sesak, pandangannya kabur berkunang, dan rasanya kepalanya ingin pecah. namun, ia tetap harus bangun esok pagi, meski harapnya semalam, ia tak bangun lagi. karna tidur seharian saja tidak cukup, ia butuh waktu yang lebih lama lagi. mungkin selamanya?

kalau ditanya kenapa? mungkin karna- tidak ada lagi alasan untuk dia bertahan lebih lama. sebab ternyata, alasannya bertahan selama ini juga telah menghancurkannya. lantas apa lagi?

Komentar