terlebih saat ini sedang tidak ramai, sehingga membuatku tidak terusik. meski kali ini senja terhalang bangunan tinggi membuat keindahannya tak mampu ku nikmati juga, tak apa. visualisasi yang ada dihadapan ku kali ini sudah sangat amat menyehatkan kornea. dan tentunya pandangan ku kali ini tidak kosong seperti biasanya.
kicauan burung gereja dalam senja kali ini seperti menyuarakan kebahagiaanku kali ini. mereka mencerminkan kebebasan ku kali ini. entah dimana rumah mereka dan kemana mereka akan pulang. tapi setidaknya mereka memiliki rumah. berbeda dengan aku yang bebas dan kehilangan arah yang entah kemana aku harus pulang. tapi sepertinya, mulai saat ini aku tidak perlu memusingkan kemana aku harus pulang, sebab akulah rumahnya kini. aku tak ingin lagi mencari rumah baru, sebab aku tak ingin diusir lagi hanya karna jika aku tak dibutuhkan lagi. aku tak ingin merasakan luka itu lagi.
dan kini cerah sudah mulai berubah menjadi gelap. hembusan angin sudah mulai menusuk hingga tulang belikat. kicauan burung sudah mulai berganti menjadi kicauan jangkrik. mereka mulai bersahut-sahutan berlomba siapa yang suaranya paling kencang terdengar. ditambah pengunjung lain mulai berdatangan, perbincangan para kaula muda mulai terdengar, berbeda dengan ku yang hanya berkutat dengan mesin tik masa kini. merangkai ungkapan rasa ku saat ini.

Komentar
Posting Komentar