dia; perempuan pertama yang melihat dunia.
dia yang tidak mengenal kata salah,
dia yang tidak mengenal ketidaksempurnaan,
dia yang tidak mengenal kata mengeluh,
dia yang tidak mengenal kata gagal.
dia yang selalu diharapkan memberikan contoh yang baik dan benar,
yang selalu diharuskan memiliki kaki dan bahu sekuat baja serta hati yang lapang,
yang menampung segala harap,
yang harus bertanggung jawab sekalipun terhadap hal yang tak pernah ia minta,
yang tidak diizinkan untuk menitikkan air mata walau hanya setetes,
yang harus serba bisa dalam waktu yang bersamaan,
yang selalu diharuskan untuk memperbaiki kesalahan yang lainnya,
yang pertama kali menyicip dan menelan semuanya, agar yang lain tak merasakan sebuah kepahitan,
yang sulit untuk mendapatkan sandaran namun harus menjadi tempat pelarian,
yang harus selalu berhasil dalam segala hal,
yang selalu menjadi sasaran empuk jika ada hal yang tidak seharusnya terjadi,
yang harus selalu mendengar tanpa pernah didengar,
yang selalu harus tau segalanya agar yang lainnya tidak tersesat,
yang langkahnya harus tertata agak yang lainnya tidak menyimpang,
yang harus siap menunda untuk mengepakkan sayapnya agar yang lainnya bisa melihat dunia lebih luas,
yang nyaris tidak mengenal hak karna kerap berhadapan dengan kewajiban,
yang tidak diajarkan bagaimana caranya mengekspresikan diri,
yang menjadikan kamar adalah tempat terbaiknya untuk bermonolog,
yang harus siap menjadi dewasa sebelum waktunya,
dia perempuan yang harus berkorban agar yang lainnya tetap bisa hidup dengan nyaman,
menampung beban tanpa batas,
sehingga dia lupa, bahwa dia juga manusia.

Komentar
Posting Komentar