langit favoritku - teddy adhitya on playing...

aku jatuh hati pada sudut kota yang menyajikan keindahan. menampilkan aksi terbenamnya sang baskara, pulang beristirahat sejenak, kemudian digantikan sang candra. baskara saja memiliki kapasitas untuk membagikan seri nya, bagaimana kita yang wujudnya hanya bagai titik dimata sang baskara? nyatanya kita masih sering kali bersikap angkuh, merasa selalu bisa tanpa sadar bahwa kita pun memiliki kapasitas. 

aku jatuh hati pada sudut kota itu, apalagi jika menikmatinya bersama sosokmu seperti saat dulu. yang kini hanya menjadi bayang. tapi aku masih menikmati fenomena ini, dengan khayal kamu ada duduk disebelah ku sembari menggengam jemari ini. ini yang ku suka dari sebuah hari, saat dimana aku duduk menatap angkasa, mengantarkan sang baskara pulang. 

kali ini aku menatap fenomena ini masih dibawah langit yang sama dengan mu, namun dari sudut kota yang berbeda. terasa sekali hampa, nyata. tanpa sadar bulir air mata jatuh di pelupuk mata, begitu tidak sabar untuk jatuh, mungkin karna sudah lama ia tidak melihat dunia. setiap menatap ke arah baskara, bayangmu seolah nyata. seperti sedang merayakan hari bersama dulu.

entah sembari menggengam siapa kamu kini. ku harap kamu masih tetap mengingat warna langit favoritku itu. harapku kamu tak sendiri saat menikmati kepulangan baskara. hampa ini cukup menyiksa untuk kamu rasakan juga. seperti lirik lagu Teddy Adhitya - Langit Favoritku:

"Jika tak bersamaku lagi

Ingat warna langit favoritku

Jika memang sudah tak berjalan seiring

Jaga diri masing-masing"

jika pesan ini sampai, mungkin tak akan ada sesak. aku mengharapkan penjaga langit menyampaikan pesan ini. ku harap kamu tidak melupakan senja, karna hanya dengan mengingat itu aku merasa kamu belum melupakan, aku. 

meski kita tak lagi seiring, 

tetap menjaga masing-masing ya,

sampai jumpa di lain bumi ya, li. 

Komentar