tak terasa kita hampir sampai dipenghujung tahun. dan makin hari diri semakin tak terkontrol. ada kalanya diri ini benar-benar membaik, dan adakalanya pula diri ini entah kemana arahnya, maunya, harapnya. tahun ini memang sepertinya seluruh makhluk masih lagi diuji. ada yang jatuh semakin terpuruk, yang terpuruk mulai bangkit, hingga yang bangkit pun ada yang mulai melemah kembali. tak diduga bukan? entah tahun ini tahun siapa.
kembali lagi kepada aku,
kini berada dititik yang entah apa.
kurang bersyukur? mungkin.
bahagia? mungkin.
sunyi? bisa juga.
jatuh hati? bisa jadi.
hilang arah? mungkin juga.
apapun itu, pastinya diri ini sedang tidak baik-baik saja.
sebab, kalau saja diri ini sedang baik-baik saja, takkan ada tulisan baru hari ini.
tapi tak ada yang bisa dilakukan selain terus berjalan meski entah kemana kaki ini akan melangkah, entah kemana hati ini berlabuh, entah kemana diri ini menuju. kini diri ini bagaikan, sehelai bulu angsa yang terlepas dan terbang mengikuti arah angin, pasrah kemana saja angin ingin membawanya pergi. dan diri ini tetap percaya bahwa semesta takkan menyakiti.
yang aku tau, aku menikmati semua ini.
namun tentu aku tetap tak ingin terhanyut.
aku ingin menyebut tahun ini tahun kehilangan, sebab banyak insan yang merasakannya. banyak sekali yang pergi ditahun ini. dan aku? merasakan hal yang sama. bahkan sempat aku kehilangan diriku sendiri, namun kini perlahan ku temukan kembali.
tapi aku percaya,
inilah hidup, berproses.
yang berarti menuju lebih baik.
jika tidak, artinya tidak hidup bukan?

Komentar
Posting Komentar