cukup membingungkan,
sebab selama ini aku selalu menawarkan euforia kebahagiaan,
namun kamu malah memilih menghirup adalah celah ku yang suram, gelap gulita.
yang seharusnya kamu tak tau,
karna susah payah aku menyembunyikannya.
kamu pandai sekali mencari jalan untuk memasuki sisi pertahanan ku,
dengan samurai tajam digenggamanmu.
sampailah kamu di tempat yang kamu telusuri,
gelap dan jauh didasar.
kepelikan ini sudah terbongkar,
entah seluk mana lagi yang ingin kamu taklukkan?
perlakuanmu itu membuat ku ingin membawa mu,
melihat saksi bisu yang menyaksikan tangis ku sepanjang malam. kamar itu.
aku ingin kamu merasakan suramnya ruangan ini,
ruangan yang sebenarnya tak ingin ku bagi pada siapapun.
aku ingin kamu melihat sudut jendela tempat dimana aku menyaksikan rintik hujan,
menadahkan tangan untuk merasakan rintik demi rintiknya.
aku ingin kamu melihat langit-langit ruangan,
yang mendengarkan semua kisahku tentang mu disepanjang malam, bersama tangis.
aku ingin kamu menyaksikan setiap sudutnya,
karna kamu pandai menaklukkan sisi ini,
maka tak ada yang harus ku sembunyikan lagi bukan, Tuan?
aku ingin membasuh luka direlungmu,
memadamkan kobaran api yang tersulut.
aku ingin membawa mu berlari,
menjauhi tumpukan duka yang selama ini mengelilingi.
itu jika kamu berkenan.
entah apa yang kamu cari,
tapi kini kamu telah mendapatkannya,
sebab kini,
kamu pergi.
setelah semuanya,
mengapa Tuan?

Komentar
Posting Komentar