terkadang memang selucu itu, kemarin rasanya begitu bahagia tanpa air mata. tapi hari ini, semuanya berbeda. penuh luka, air mata, dan tidak ada sedikit pun tawa.
kemarin aku beranggapan bahwa aku adalah sosok yang paling bahagia, karna mu. namun hari ini, semuanya terpatahkan, dan karna mu pula.
kemarin kamu membuat aku merasa bahwa aku segalanya. namun hari ini juga kamu membuat aku merasa aku ini siapa?
secepat itu terjadi.
entah apa mau mu?
kamu bisa berlagak begitu menginginkan ku, namun dengan mudahnya pula kamu melakukan segala hal yang menunjukkan bahwa aku harus pergi. entah apa maksudnya. kamu yang mengatakan bahwa aku tak boleh pergi, tapi perlakuan mu pula yang menjelaskan bahwa aku tak bisa menetap.
saat aku beralih, kamu dengan lantang mengatakan "KAU HANYA MILIKKU!". namun setelah aku kembali, kamu belagak seolah-olah tak menginginkan ku ada disini.
membingungkan bukan?
padahal tak apa jika kamu yang ingin pergi. aku tak apa tertinggal disini, tapi ku mohon jangan kembali. apapun alasannya. jangan tanggung-tanggung jika ingin menyakiti. biarkan semuanya mati, sungguh tak apa.
jika hanya sekali, dua kali, tak apa.
namun jika harus berkali-kali, berkelanjutan dan tak berujung, rasanya aku takkan sanggup. karna yang ku tau, kita harus bahagia. meski tak bersama bukan? siklus hidup memang tentang datang dan pergi. sesimpel itu. tapi akupun bisa lelah dengan semua yang hanya sebatas tarik dan ulur.
cukup jelaskan mau mu apa, maka dengan lapang akan ku terima. karna selama ini apakah pernah kau mendengar kata tidak dari setiap permintaan yang kau ajukan pada ku?
jadi,
jika kau menginginkan ku pergi? jaga lah dirimu sebaik mungkin.
dan jika kau menginginkan ku menetap? jangan mengusir ku, lagi.
karena jika aku boleh jujur,
rasanya aku mulai lelah.
maaf.

Komentar
Posting Komentar