tentang nara


mereka tidak benar-benar hilang, 
hanya rasanya yang tidak lagi nyata. 

satu persatu dari mereka mulai pergi, dengan cara mereka sendiri. mereka hanya singgah, ya karna semuanya berhak singgah, tidak bisa dipaksa menetap. semuanya berhak dapat sebuah percaya, tapi tidak semuanya bisa menjaganya dengan baik. 

lamanya waktu yang dihabiskan bersama, hal yang sudah banyak dibagi, dan cerita yang sudah banyak dirangkai nyatanya tidak cukup kuat untuk menjadi alasan mereka tetap bertahan lebih lama, apalagi menetap. terlebih dengan besarnya rasa percaya yang diberikan, lagi-lagi tidak akan menjadi alasan yang kuat. 

dan lagi-lagi yang terluka adalah kita, yang ditinggalkan.

tentang mereka yang memberi luka, kita pasti akan memaafkannya, meski butuh waktu. namun kita tidak pernah lupa apa dan bagaimana rasa lukanya. people forgive, not forgot. "mereka" akan selalu hidup disana, ditempat yang semestinya. 

kita yang terlalu erat menggenggam sampai lupa bahwa dengan itu semakin besar keinginan mereka untuk bebas. kita melakukan berbagai cara agar mereka bertahan lebih lama, namun nyatanya mereka pun melakukan berbagai cara agar mereka bisa bebas. 

kita melakukan segalanya yang kita suka, yang kita ingin. ya mereka pun sama. kita memberi apa yang ingin kita beri, tanpa bisa memaksa mereka untuk membalasnya dengan hal yang sama. hanya bisa memberi tanpa berharap itu kembali. sebab semuanya punya hak masing-masing. 

termasuk bahagia. itu tanggung jawab masing-masing insan. masalah kita mampu membagi bahagia dengan yang lain? itu bonus. kita akan terluka jika kita ingin, dan kita akan bahagia jika kita menginginkan bahagia. kita akan hancur, jika kita berharap, dengan mereka.

selamat membahagiakan dirimu.

karna pada akhirnya, tak ada yang bisa dipercaya selain diri sendiri.  

"trust no one-a”

Komentar