mengikhlaskan

40 Kata-kata kehilangan seseorang, menyentuh hati


percaya atau tidak, sebenarnya segala sesuatu hal itu tidak pernah benar-benar pergi meninggalkan kita, hanya saja rasanya nya yang tidak lagi nyata. bahkan yang tidak terlihat pun, sejatinya tidak benar-benar hilang. kita nya aja yang tidak peka sehingga kita tidak sadar. karna terkadang kita terlalu egois, menginginkan semuanya itu harus jelas oleh kasat mata dan menetap.

bahkan sering pula kita melupakan bahwa tidak semuanya itu bisa kita rangkul dan dibahagiakan dalam satu waktu secara bersamaan. kita sering mengabaikan bahwa kita memiliki kapasitas. kita juga sering kali merasa bahwa bersama kita, mereka akan lebih hidup namun nyatanya? hal itu ternyata justru membunuh mereka secara perlahan. lagi-lagi tanpa kita sadari. karena kita tidak akan pernah benar-benar tau rasa yang sebenarnya selama kita tidak berada diposisinya.

egoisnya kita yang sering memaksa orang lain untuk bertahan dan menetap, tanpa tau bahwa ternyata merelakannya adalah cara terbaik untuk membuatnya bahagia. merelakan memang selalu menjadi hal yang paling sulit. karena yang tertanam dalam diri kita dari dulu hanyalah "mengapa dipertemukan jika akhirnya dipisahkan kembali?". padahal sudah jelas bahwa hidup itu adil, segalanya berpasangan, dan pertemuan itu pasangannya adalah perpisahkan. lantas bagaimana bisa kita se egois itu dan kemudian menolak perpisahan hanya karena merasa diri kita mampu bersamanya. lagi-lagi manusia hanya ingin menanti bahagianya pertemuan tanpa ingin merasakan sedihnya perpisahan, egois bukan?

sebuah cerita takkan utuh tanpa sebuah titik.

tidak ada yang pernah siap dengan mudahnya menerima perpisahan. namun seiring berjalannya waktu, keadaan memaksakan kita untuk siap tanpa kata tidak. kita hanya perlu sadar bahwa bumi tidak berputar mengitari kita, bukan kita porosnya. dan dunia tidak akan berhenti walau hanya 0,1 detik hanya menunggu kita untuk tersadar. memang benar bahwa semuanya akan berharga ketika sudah tidak lagi nyata dan waktu akan terasa ketika sudah habis.

sadar dan ikhlaskanlah, maka akan kau temukan damai didalamnya. 

"sampai jumpa lagi ya, salam rindu untuk mereka yang sudah sampai."

Komentar