aku kembali hidup. sudah banyak cara yang aku lakukan untuk mencapai titik ini dan pada akhirnya cara terakhir ini berhasil. pernah terfikir bahwa jika cara yang satu ini tak juga mampu berkerja dengan baik, maka aku akan kembali ke cara yang lalu, mengakhiri segalanya. namun ternyata, semesta berpihak pada ku kali ini. Dia hanya ingin aku bersabar dan menikmati proses pendewasaan diri ini.
tak terasa selama setahun lalu sosok aku berjuang, seorang diri. bertahan hidup dengan masalah yang silih berganti menghujam diri yang lemah ini, terus menerus tanpa henti kala itu. dan aku pun pernah pasrah, ingin berhenti. muak dengan segala diagnosa dan pengobatan medis yang rasanya hanya menguras waktu, tenaga, dan materi. lelah sekali rasanya. tapi tak henti pula raga-raga baik hadir untuk menyemangati serta meyakini bahwa aku bisa.
dan benar saja, aku bisa. kerap kali aku mengeluh pada Tuhan untuk mengurangi beban ini, namun ternyata aku salah. harusnya aku meminta bahu yang kuat seperti saat ini. perlahan tapi pasti. banyak hal yang ku korban kan; terutama media sosial.
aku memutuskan untuk sedikit demi sedikit berhenti menggunakan media sosial. sebab, lambat laun aku menyadari bahwa hal itu sangat toxic untuk seorang aku, untuk kesehatan mental diriku. awalnya terasa begitu berat, meninggalkan kenangan didunia maya. namun kini, aku merasa lebih sehat karna hal itu. ada yang mengatakan bahwa "kamu hanya lari dari masalah, dan itu takkan berhasil". well, i got it. block their mouth for health isn't bad idea!
dan memperkecil circle pertemanan ternyata bukanlah hal yang buruk. i've tried and it works. bukannya tak ingin berteman, hanya saja yang aku tau bahwa tak semua orang bisa menerima diriku dengan baik. jadi lebih baik aku menghindari hal itu sendirinya. it's my life and i have 100000% right for my life. mencoba realistis, tak perlu memusingkan seseorang yang tak ingin kamu berada disisinya sebab ada banyak sosok yang menginginkanmu hadir di sisi mereka.
dan yang terakhir, membuka hati untuk hal-hal baik itu perlu. peka terhadap sekitar itu harus. let's trying to being fully present, because u can't back to the past and steal the future too. aku adalah rumahnya, maka siapapun yang hadir akan ku persilahkan namun takkan bisa ku cegah kepergiannya. sungguh apresiasi terbesar untuk semua sosok yang tetap diselilingku hingga saat ini. rumah ini telah terisi dengan penghuni yang baru. dan ternyata bertahan di hubungan yang tidak sehat itu hanya membuang-buang waktu, apapun hubungan itu. pertemanan maupun lebih dari itu.
pernah terfikir untuk tidak membagi kisah tentang keadaan terburuk ku pada saat itu ke laman ini, sungguh ku takutkan jika orang lain mengganggap ku lemah dan tidak sehat. big no, i'm totally okay in a good way. ku harap siapapun yang membaca tulisan ini dan merasakan hal yang sama, fight with their lives, keep on going. u're not alone. because u're the part of the people who struggle with their lives and it's human being. dan buat siapapun yang sedang menjalani toxic relationshit, please stop it. love urself first. dan hal lain yang berhasil aku buktikan sendiri adalah; sejatinya yang menyakiti kita bukanlah orang lain, melainkan diri kita sendiri, ekspektasi kita sendiri. sebab hal buruk tidak akan pernah hadir, jika tidak ada celah. so, don't let them in! dan hadir mu hingga hari ini adalah sebuah kebanggaan, u're worthy of all the good things in this whole world♡
ku harap kisah ini bisa sedikit membuka hati yang buta, dan sedikit menyembuhkan hati yang sedang luka. mari berbagi kisah:) just send ur story to my email anandafmf2@yahoo.co.id, i'll try to be a good listener and i'll keep ur secret♡
terima kasih untuk yang menguatkan terlebih yang menjatuhkan:)
i'm back in better version:)
sincerely,
♡
survivors.
Komentar
Posting Komentar