lagi?

kau kembali hadir, untuk yang entah kali keberapa. maksud dan tujuan mu pun tak jelas apa. namun bodohnya aku tetap saja menyambutmu penuh hangat. dengan harap kita masih bisa berteman. sebab kau pun tau aku tak ingin bermasalah dengan siapapun, termasuk dirimu, si masa lalu. 

kau kembali menghubungi ku, menyapa dengan panggilan yang biasa kau lontarkan dulu. dengan harap aku melakukan hal yang sama, namun maaf. kau bertanya aku bersama siapa saat ini? dan ya, ku jawab dengan lantang bahwa aku tak lagi sendiri. aku telah dimiliki, dan tentu orang itu bukan lagi dirimu. seketika nada bicaramu berubah menjadi lesu. ya, kau kecewa. 

lalu kau kembali mengeluarkan kalimat-kalimat yang membuat ku hancur. membuat seakan-akan seluruh darah serentak mengalir menuju kepala dan akan meledak seketika. lagi-lagi kau menyakitiku. kau mengatakan hal yang menyudutkanku, seakan-akan aku tak kau izinkan untuk bahagia tanpa mu. kau mengatakan bahwa aku akhirnya melupakan mu, ku bantah tegas. tak ada satupun masa lalu yang terlupakan oleh ku. sekalipun kenyataan terpahit kala itu. sampai kapan pun akan ku biarkan semuanya tetap pada tempatnya. karna mau bagaimana pun juga, apapun yang terjadi dihari lalu adalah bagian dari cerita hidupku, warna dari setiap lukisan hidupku. 

namun yang sungguh aku sesali mengapa harus menyakiti lagi. bukan kah aku boleh memilih akan bagaimana dan dengan siapa hidup ku saat ini? aku tentu tak ingin terus-terusan berdiam di masa lalu yang jelas bukan milik ku lagi, yang jelas-jelas telah membuang ku begitu saja. 


jadi bisakah aku meminta untuk tak lagi mengusik? tak apa jika ingin mampir, tapi tolong tanpa menyakiti. tak bosan kah kau? kita telah berakhir, telah lama ku biarkan kau dengan hidupmu dan ku harap kau membiarkan ku dengan hidup ku pula, akan ku urus semuanya tanpa campur tanganmu lagi.

Komentar