i love u but i'm letting go

aku kembali patah...
namun kali ini terhadap hati yang belum sempat ku miliki atau mungkin takkan pernah ku miliki. menyakitkan? tentu. marah? pasti. kecewa? sangat. tapi kali ini bukan kepada sang pemilik hati, namun kepada diri ku sendiri. 

mengapa? 

sebab, mengapa lidah ini begitu kelu hanya untuk sekedar mengatakan bahwa "aku jatuh cinta"?
mengapa semakin dalam rasa ini maka semakin besar pula ketakutanku untuk perasaan ini terungkap? aku benci itu!

gengsi? tidak sama sekali. namun aku begitu takut, takut untuk menyadari bahwa ternyata kali ini aku kembali jatuh cinta dan terlebih lagi begitu takut jika cinta ini kelak akan berujung patah lagi. tapi ternyata ketidaksiapan dan ketakutan untuk mengungkap semuanya malah justru membuat sosok aku semakin patah, hancur tak bersisa. setelah selama ini hampir berhasil terkumpulkan semua kepingan yang terpisah, ingin kembali membangun rumah yang sempat roboh. namun sayangnya lagi-lagi gagal.

sosok aku kembali terjun bebas kedasar jurang luka. apa mungkin luka memang kawan baik ku? hingga ia tak ingin jauh-jauh denganku. 

mengapa aku begitu pecundang? mengapa logika ku selalu saja kalah telak dengan hati? 

mungkin aku terlalu nyaman tinggal didunia khayal ku, berimaji sesuka hati. itulah sebabnya ekspektasi selalu membantai telak sosok aku. 

kamu yang turut andil dalam proses bangkitnya aku dari keterpurukan dimasa lalu, kamu yang secara tidak sadar telah membantu mengobati luka yang teramat dalam itu, terima kasih. untuk semangat yang hingga kini menjadi penopang ku untuk tetap berdiri tegak. 

kamu yang hingga kini tak ku ketahui hatinya tertuju pada siapa. 

bukannya tak ingin berjuang, hanya saja ketakutan ini selalu berhasil memberontak.  lagi-lagi aku kalah dan harus menutup buku yang bahkan belum sempat ku tuliskan prolognya. maafkan sipecundang ini.
"cause you know what they say,
if you love somebody,
gotta set them free.
i love you but i'm letting go..."
i love you but i'm letting go - pamungkas. 

Komentar