aku telah sampai pada titik yang selama ini tak ingin ku capai,
saat yang tak ingin aku rasakan,
waktu yang tak ingin aku raih,
l e l a h .
dan akhirnya kisah ini harus benar-benar ku akhiri,
buku ini harus benar-benar ku tutup,
menyimpannya rapat dan tersembunyi agar tak lagi hadir gejolak untuk membukanya kembali.
kisah yang selama ini berusaha untuk ku lanjutkan sendiri, dengan harap hanya sementara dan suatu saat kamu kan kembali menemani menjalani kisah ini sampai kita temukan akhir yang bahagia. namun nahas, berakhir tragis.
kamu memang kerap kali kembali. namun ya, hanya singgah. entah benar-benar rindu aku atau hanya rindu menyakitiku. kembali hanya sekedar melepas penat akan hari yang kamu lalui tanpa aku disisimu. tetap saja akhirnya aku tempat mu mengadu semua gundah itu, dan kemudian pergi lagi ketika kamu merasa sudah cukup untuk bercerita lalu kembali mencari bahagia dengan sosok lain.
otak sering kali memberontak dengan hati, namun tetap saja selalu hati yang mengalah. dan ya, aku lagi-lagi mempersilahkanmu masuk berbincang walau akhirnya berujung pada kehancuran, lagi. dan tentu aku yang harus memperbaiki semuanya sendiri, mengobati kembali hati yang terus-terusan diacak-acak olehmu.
satu, dua, tiga, bahkan entah sudah ke berapa kalinya maaf itu masih kamu dapatkan. tapi sayangnya, ternyata benar bahwa semua itu ada batasnya. dan mungkin itu sudah cukup. hati sudah cukup lelah, hingga akhirnya otak bisa bekerja sepenuhnya.

maka dari itu, aku mengikhlaskan mu pergi. tapi tolong, benar-benar pergi. jangan lagi kembali jika hanya singgah atau sekedar mampir untuk memeriksa keadaan. tenang saja, aku akan berusaha untuk baik-baik saja.
"kembalilah jika memang yang kamu sebut rumah itu adalah aku,
tapi jika bukan aku titik itu, maka pergilah berlayar sejauh mungkin,
sebab aku tak ingin hanya menjadi sebuah pelabuhan persinggahan untukmu.
aku sudah terlalu lelah untuk menjadi sebuah koma."
Komentar
Posting Komentar