seharusnya hati tak terlibat

begini ternyata rasanya mencintai dalam diam, mendoakan di sepertiga malam. 
kira-kira sampaikah ia tepat pada tuannya? iya rindu ini.
teruntuk kamu yang kini entah sedang apa, dengan siapa dan dimana. aku rindu.
sakit ya ternyata rindu seorang diri, terpendam tak tersuarakan. 
setiap langkahnya ditemani sesak didada. 

aku merindukan tawa itu, pertanyaan-pertanyaan klasikmu, suara mu saat memanggil namaku. entah aku yang terlalu terbawa perasaan, atau memang kamu meyelipkan rasa di kopi yang selama ini kamu sajikan untukku. pengecutnya aku yang tak mempunyai nyali untuk memulai. dan hingga kini dihantui rasa takut akan kehilangan dan juga penyesalan. entah kenapa aku setakut ini padahal kenyataan belum ada kita atau bahkan takkan pernah ada kita. dan akupun takut akan penyesalan yang akan menghampiri atas ketidakberanian ku untuk mengungkapkan semuanya.

padahal jika ditelaah lebih dalam, pertemuan kita tak pernah se-spesial yang orang-orang akan kira, sebenarnya hanya pertemuan biasa. tapi entah mengapa aku selalu merasakan ada kenyamaan yang terselip diantara pertemuan

antara aku dan kamu. selalunya merasakan keteduhan yang tak terkira. dan saat didekatmu, aku merasakan lembar baru dimulai, aku merasakan atmosfer yang baru. hilang semua penat, melayang semua duka. yang ada hanya bahagia yang tak terkira. 

mengenalmu membuatku berani untuk membuka hati, menerima tamu yang baru. tapi apakah perasaan ini akan sampai pada tuannya? atau akan terus-terusan terpendam di kotak rahasia. kini yang perlu ku pastikan tentang mu adalah apakah kau sedang sendiri atau telah berdua. dan aku belum siap untuk membuktikan itu, jelas aku takut patah lagi. 

padahal seharusnya hati tak terlibat.

Komentar