kembalinya kamu.

dari perjalanan panjangmu,

dari jauhnya langkah mu pergi untuk meninggalkan aku dan kenangan,
dari lamanya waktu yang kau paksa aku untuk menanti.

kini tanpa dosa pintu itu kembali terketuk. begitu terbuka, ternyata kamu yang ada didepannya. kamu yang dulu mengacak-acak rumah ini beserta dengan isinya. kamu yang meninggalkan duka yang sangat amat mendalam. kini kembali tanpa rasa bersalah sedikitpun. entah apa yang terbesit di benakmu. mungkin hal lalu tak begitu berarti bagimu. tapi bagiku? kehancuran yang begitu parah.

setelah semuanya, entah kenapa dengan langkah gontai aku masih saja bisa menerima mu, mempersilahkan mu duduk dan bersantai. seakan-akan saat itu juga aku mengerahkan segala tenaga yang tersisa hanya untuk kehadiran sosok kamu.

boleh aku bertanya?
apa maksud dan tujuan mu kembali?
benarkah kau rindu?
atau ternyata yang kau rindukan adalah menyakitiku?

jika dari pertanyaan terakhir jawabannya adalah ya. ku mohon sudah cukup. jangan lagi. sebab yang lalu saja belum sepenuhnya pulih dan kini kau datang membawa luka baru lagi? ayolah, aku sudah tak memiliki tenaga lagi.

aku sedang berproses untuk mengikhlaskan mu. bisakah tolong hargai itu? tak banyak bukan pintaku? kali ini saja, dengarkan aku.

Komentar