perjalanan yang melelahkan

Gambar terkait


ada pasangan yang begitu mengumbar kebahagiaan tapi ternyata harinya selalu ditemani dengan cekcok yang tak berujung, bersahabat dengan permasalahan. ada pula pasangan yang sedikit pun tak pernah mengumbar kebahagiaan tetapi harinya penuh dengan kasih. serta yang sering terlupakan adalah, tentu ada "pasangan" yang bahkan tak pernah saling tatap, tapi tak ada hentinya mereka untuk saling mendoakan. lucu ya? tentu.

ada beberapa hal yang membuktikan ternyata lamanya sebuah hubungan tak mampu menjanjikan keharmonisan dan akhir yang bahagia. dan tentu lamanya menjalin hubungan tak mampu menjadi sebuah alasan yang kuat untuk mempertahankan hubungan itu.

sudah terlalu banyak kisah percintaan yang terekam di ingatan. hal itu membuat sosok aku belajar banyak hal, dan membuat hati berhati-hati. sebut saja ini trauma, trauma yang berkepanjangan dan bisa saja tak berkesudahan. membuat diri ini terpaksa untuk mulai membuka lebar kacamata yang ada. menilai segalanya dari berbagai sisi. sebab, tak ingin lagi tergesa-gesa, atau diri ini akan jatuh ke lubang yang sama untuk yang kesekian kalinya.

pekik hati ini makin lantang, sebab mulut selalu terbungkam. tak ada tempat mengadu kisah, selain tulisan abstrak ini yang menceritakan semua asa. tertumpuk dan membusuk. mengobati semuanya seorang diri. trauma ini memaksakan diri untuk selalu kuat sekalipun diterpa badai yang tak bisa menjanjikan pelangi, hanya di payungi sebuah mendung. lagi-lagi entah hingga kapan.

disepanjang perjalanan, sering kali mencoba untuk beristirahat. tapi sepertinya semakin lama dan semakin jauh nya kaki ini melangkah, beristirahat hanya kecil pengaruhnya. bahkan teriakan dibawah bantal yang disertai rintihan tangis pun sepertinya tak bisa lagi bekerja dengan baik untuk melegakan. mungkinkah lelah dan harus mengubah arah?



Komentar