maaf...
izinkan hati untuk berbicara kali ini.
sebab, sudah terlalu lama semuanya tertampung.
dan mungkin ini saat yang tepat.
mari duduk, dengarkan keluh kesah ini sebentar saja.
ini aku.
aku yang selama ini tak pernah kau gubris,
aku yang selama ini tak pernah kau dengar,
aku yang selama ini tak pernah kau lihat,
iya, aku yang sepertinya tak pernah kau sadari keberadaannya.
bisakah kita bertukar posisi sejenak?
agar kau tau bagaimana rasanya jadi aku.
agar kau tau pahitnya menerima kenyataan bahwa kita hanya diciptakaan untuk bertemu, tidak untuk bersama.
agar kau tau remuk nya hati saat aku harus menelan mentah-mentah semua luka yang tertuju padaku.
aku hanya ingin merdeka.
lepas dari kekangan dari kebodohan ku selama ini.
bebas dari ruangan isolasi ini, pengap. tak kuat lagi rasanya jika harus bernafas dengan semua kepahitan yang tak hentinya menghujam hati.
semuanya membuatku lupa akan bagaimana rasa menghirup udara segar.
aku memang sudah sering terluka, tapi bukan berarti aku terbiasa, bukan berarti aku mati rasa.
kopi tetaplah pahit dan gula akan selalu manis, kurang lebih seperti itu.
siklus hidup memang tentang datang dan pergi. sesimpel itu.
tapi akupun bisa lelah dengan semua yang hanya berlalu-lalang, kamu salah satunya.
tentu aku ingin menjadi rumah, aku akan menyiapkan semua jamuan untukmu. dengan senang hati.
hati tak ingin hanya menjadi seperti bandara, yang hanya menjadi tempat mu transit lalu pergi lagi melalang buana entah kemana. dan kembali sesuka hati.
sudah terlalu lama sepertinya aku terfokus dengan dirimu, sampai aku lupa untuk menghargai diriku sendiri.
sudah terlalu lama ya aku membodohkan diri?
tak apa. selalu ada pelangi setelah hujan kan?
badai pun pasti berlalu kan?
tapi...
bolehkan aku beristirahat?
jika butuh, nomor ponsel ku masih sama.
tempatku tak berubah, masih diposisi yang sama, ditempat yang tak pernah kau anggap ada.
baiklah...
jaga diri, selamat bersenang-senang.
izinkan hati untuk berbicara kali ini.
sebab, sudah terlalu lama semuanya tertampung.
dan mungkin ini saat yang tepat.
mari duduk, dengarkan keluh kesah ini sebentar saja.
ini aku.
aku yang selama ini tak pernah kau gubris,
aku yang selama ini tak pernah kau dengar,
aku yang selama ini tak pernah kau lihat,
iya, aku yang sepertinya tak pernah kau sadari keberadaannya.
bisakah kita bertukar posisi sejenak?
agar kau tau bagaimana rasanya jadi aku.
agar kau tau pahitnya menerima kenyataan bahwa kita hanya diciptakaan untuk bertemu, tidak untuk bersama.
agar kau tau remuk nya hati saat aku harus menelan mentah-mentah semua luka yang tertuju padaku.
aku hanya ingin merdeka.
lepas dari kekangan dari kebodohan ku selama ini.
bebas dari ruangan isolasi ini, pengap. tak kuat lagi rasanya jika harus bernafas dengan semua kepahitan yang tak hentinya menghujam hati.
semuanya membuatku lupa akan bagaimana rasa menghirup udara segar.
aku memang sudah sering terluka, tapi bukan berarti aku terbiasa, bukan berarti aku mati rasa.
kopi tetaplah pahit dan gula akan selalu manis, kurang lebih seperti itu.
siklus hidup memang tentang datang dan pergi. sesimpel itu.
tapi akupun bisa lelah dengan semua yang hanya berlalu-lalang, kamu salah satunya.
tentu aku ingin menjadi rumah, aku akan menyiapkan semua jamuan untukmu. dengan senang hati.
hati tak ingin hanya menjadi seperti bandara, yang hanya menjadi tempat mu transit lalu pergi lagi melalang buana entah kemana. dan kembali sesuka hati.
sudah terlalu lama sepertinya aku terfokus dengan dirimu, sampai aku lupa untuk menghargai diriku sendiri.
sudah terlalu lama ya aku membodohkan diri?
tak apa. selalu ada pelangi setelah hujan kan?
badai pun pasti berlalu kan?
tapi...
bolehkan aku beristirahat?
jika butuh, nomor ponsel ku masih sama.
tempatku tak berubah, masih diposisi yang sama, ditempat yang tak pernah kau anggap ada.
baiklah...
jaga diri, selamat bersenang-senang.

Komentar
Posting Komentar