ku jawab; hati yang baru.
mengapa?
sebab, jika hati sudah usang. memperbaikinya pun sudah takkan lagi cukup untuk membuatnya bekerja sebaik sebelumnya.
gelas retak saja, takkan bisa utuh kembali bukan?
bergantung pada ekspektasi sungguhlah meyiksa diri. bergantung kepada mu juga sama hal nya. begitu merusak hati.
setelah diterka-terka, sudah terlalu banyak yang ku korban kan selama ini. jiwa, raga, hati, waktu, materi, serta akal sehat. untuk siapa? untuk kamu tentunya. untuk hubungan kita dulu. walaupun hingga kini hasilnya hanya sebuah perpisahan yang meninggalkan luka.
sangat amat terekam jelas di memori ingatan akan semuanya. bagaimana caramu menanamkan satu persatu luka yang begitu membekas.
memaksakan ku mengorbankan sebuah bahagia.
kini sudah waktunya memutuskan untuk langkah selanjutnya. berbagai cara sudah ku lakukan untuk memperbaiki namun beberapa hal menyadarkan ku bahwa aku harus menggantinya dengan yang baru. iya, hati yang baru.
harus ku temukan hati yang baru. karna bertahan dengan yang lalu sudah tidak lagi mampu.

Komentar
Posting Komentar