suasana coffee shop favorit ku kali ini berpihak kepadaku sepertinya. hanya ada salah seorang barista dan aku yang tentunya bersama caramel macchiato menu favoritku, namun kali ini aku memesan yang versi hot karna tenggorokan ku kali ini kurang bersahabat. disertai alunan musik dari playlist youtube yang ku putar. cukup menenangkan perasaaan ku kali ini.
hei! kali ini aku berada di Halim Perdanakusumah, menunggu penerbangan rute Jakarta-Kalimantan. sudah lama tak mendengar suara-suara panggilan pengumuman dari speaker bandara ini. harusnya aku senang bukan? aku ingin kembali ke kampung halaman, melepaskan semua rindu terhadap keluarga, kuliner, dan sunset siring tentunya. namun ironisnya ternyata masih ada terselip rasa duka.
yap! ada yang tertinggal disini. kenyataan aku masih takut untuk meninggalkan kau sendiri. padahal aku sudah menepati janji ku untuk masih tetap disini hingga hari spesialmu tiba. aku menemanimu didetik-detik hari spesialmu akan berganti menjadi hari biasa kembali. seharusnya itu cukup untuk ku bukan? namun apakah kau sadar akan sifat manusia yang tak ada puasnya? mungkin itulah aku saat ini. maaf.
oh iya…
kali ini aku memesan minuman tanpa ekstra kopi loh, kenapa? karena apa yang ku rasa beberapa waktu belakangan ini sudah cukup pahit untuk ku haha. dan aku menulis ini sembari menunggu waktu boarding tiba.
eh tunggu…
untuk siapapun yang membaca ini jangan mengira aku sedang gegana saat ini. lebih tepatnya sekarang aku sedang menyesuaikan diri, membiasakan diri, dan mencoba beradaptasi dengan realita. mengenang masa lalu bukanlah hal yang buruk bukan? terkadang ini perlu sebagai salah satu cara untuk mengoreksi diri dari segala kesalahan yang pernah kita perbuat.
hei! kali ini aku berada di Halim Perdanakusumah, menunggu penerbangan rute Jakarta-Kalimantan. sudah lama tak mendengar suara-suara panggilan pengumuman dari speaker bandara ini. harusnya aku senang bukan? aku ingin kembali ke kampung halaman, melepaskan semua rindu terhadap keluarga, kuliner, dan sunset siring tentunya. namun ironisnya ternyata masih ada terselip rasa duka.
yap! ada yang tertinggal disini. kenyataan aku masih takut untuk meninggalkan kau sendiri. padahal aku sudah menepati janji ku untuk masih tetap disini hingga hari spesialmu tiba. aku menemanimu didetik-detik hari spesialmu akan berganti menjadi hari biasa kembali. seharusnya itu cukup untuk ku bukan? namun apakah kau sadar akan sifat manusia yang tak ada puasnya? mungkin itulah aku saat ini. maaf.
oh iya…
kali ini aku memesan minuman tanpa ekstra kopi loh, kenapa? karena apa yang ku rasa beberapa waktu belakangan ini sudah cukup pahit untuk ku haha. dan aku menulis ini sembari menunggu waktu boarding tiba.
eh tunggu…
untuk siapapun yang membaca ini jangan mengira aku sedang gegana saat ini. lebih tepatnya sekarang aku sedang menyesuaikan diri, membiasakan diri, dan mencoba beradaptasi dengan realita. mengenang masa lalu bukanlah hal yang buruk bukan? terkadang ini perlu sebagai salah satu cara untuk mengoreksi diri dari segala kesalahan yang pernah kita perbuat.

Komentar
Posting Komentar