hai…
mengapa bersedih???
mengapa tak ada tawa hari ini?
apa masalahnya?
patah hati? gagal? kesepian? kehilangan? kehancuran?
hmmmm…
kau tidak sendirian sayang...
ada banyak manusia dipenjuru dunia ini dan bukan hanya kau yang merasakan duka, bukan pula hanya dia yang kau lihat merasakan suka. hidup ini tak seperti apa yang kau simpulkan begitu saja. memang benar kau diberi mata dan telinga tapi jangan lupakan hati untuk menilai semuanya.
ada banyak mereka yang disana yang lebih terpuruk dari dirimu. kau hanya perlu sesekali melihat mereka yang dibawah, jangan melulu mendongak keatas. tak bisa kau pungkiri bahwa ternyata ada yang lebih patah hatinya dibandingkan dirimu, hanya saja dia pandai menutupinya sehingga kau melihatnya baik-baik saja, tanpa beban, tanpa luka, dan tanpa air mata. padahal setelah ditelusuri lebih dalam? hidupnya bahkan hanyalah hitam.
dan sekarang kau bertanya apa yang bisa membuatmu keluar dari kusutnya benang hidupmu?
jawabannya…
hal pertama yang kau harus lakukan adalah berdamai dengan keadaan. menerima segala kenyataan dengan hati yang lapang. percaya bahwa kelak semesta akan memperlihatkan indahnya pelangi.
hal kedua adalah jangan pernah berhenti untuk sebuah kebaikan. semesta tidak akan bisa menyakiti mu jika ada kebaikan dihatimu.
hal ketiga adalah hargailah dirimu sendiri. berdirilah dilingkungan yang positif karena tentu lingkungan begitu mempengaruhi mu. jangan menyia-nyiakan waktu mu hanya untuk sebuah luka, karna sejatinya kau yang lebih berkuasa untuk dirimu sendiri, tak akan ada yang bias melukai mu jika kau sendiri tak memberikan celah.
hal keempat yaitu jangan pernah berhenti untuk tersenyum, apapun yang terjadi. jangan biarkan semesta melihat air matamu mengalir tak terbendung. hanya dengan senyum mu yang simpul mampu merubah dunia menjadi lebih baik, percayalah.
hal yang terakhir adalah jangan berhenti bersyukur dan jangan melulu membandingkan apapun yang kau miliki dengan orang lain. tentu tak ada yang menginginkan sebuah kepedihan, kehancuran, kesendirian dan segala bentuk luka yang lainnya ada didalam hidupnya bukan? tapi tetap saja terjadi. karena memang begitulah yang disebut dengan siklus kehidupan bukan? tak melulu soal kebahagiaan dan tak selalu soal kepedihan.. semuanya tentu tepat pada porsinya. yang perlu kau lakukan adalah menjalaninya dengan semua ketulusan yang kau punya. apa yang sudah kau mulai dengan baik, maka harus kau selesaikan dengan baik pula. paham?
dan sekarang aku yang bertanya, apakah masih ada alasan untuk tidak bahagia? apakah masih ada alasan untuk tidak memperbaiki apa yang rusak? apakah masih ada alasan untuk tidak menyembuhkan apa yang luka? apakah ada kata terlambat untuk memulai hidup yang lebih baik dari sebelumnya?
mengapa bersedih???
mengapa tak ada tawa hari ini?
apa masalahnya?
patah hati? gagal? kesepian? kehilangan? kehancuran?
hmmmm…
kau tidak sendirian sayang...
ada banyak manusia dipenjuru dunia ini dan bukan hanya kau yang merasakan duka, bukan pula hanya dia yang kau lihat merasakan suka. hidup ini tak seperti apa yang kau simpulkan begitu saja. memang benar kau diberi mata dan telinga tapi jangan lupakan hati untuk menilai semuanya.
ada banyak mereka yang disana yang lebih terpuruk dari dirimu. kau hanya perlu sesekali melihat mereka yang dibawah, jangan melulu mendongak keatas. tak bisa kau pungkiri bahwa ternyata ada yang lebih patah hatinya dibandingkan dirimu, hanya saja dia pandai menutupinya sehingga kau melihatnya baik-baik saja, tanpa beban, tanpa luka, dan tanpa air mata. padahal setelah ditelusuri lebih dalam? hidupnya bahkan hanyalah hitam.
dan sekarang kau bertanya apa yang bisa membuatmu keluar dari kusutnya benang hidupmu?
jawabannya…
hal pertama yang kau harus lakukan adalah berdamai dengan keadaan. menerima segala kenyataan dengan hati yang lapang. percaya bahwa kelak semesta akan memperlihatkan indahnya pelangi.
hal kedua adalah jangan pernah berhenti untuk sebuah kebaikan. semesta tidak akan bisa menyakiti mu jika ada kebaikan dihatimu.
hal ketiga adalah hargailah dirimu sendiri. berdirilah dilingkungan yang positif karena tentu lingkungan begitu mempengaruhi mu. jangan menyia-nyiakan waktu mu hanya untuk sebuah luka, karna sejatinya kau yang lebih berkuasa untuk dirimu sendiri, tak akan ada yang bias melukai mu jika kau sendiri tak memberikan celah.
hal keempat yaitu jangan pernah berhenti untuk tersenyum, apapun yang terjadi. jangan biarkan semesta melihat air matamu mengalir tak terbendung. hanya dengan senyum mu yang simpul mampu merubah dunia menjadi lebih baik, percayalah.
hal yang terakhir adalah jangan berhenti bersyukur dan jangan melulu membandingkan apapun yang kau miliki dengan orang lain. tentu tak ada yang menginginkan sebuah kepedihan, kehancuran, kesendirian dan segala bentuk luka yang lainnya ada didalam hidupnya bukan? tapi tetap saja terjadi. karena memang begitulah yang disebut dengan siklus kehidupan bukan? tak melulu soal kebahagiaan dan tak selalu soal kepedihan.. semuanya tentu tepat pada porsinya. yang perlu kau lakukan adalah menjalaninya dengan semua ketulusan yang kau punya. apa yang sudah kau mulai dengan baik, maka harus kau selesaikan dengan baik pula. paham?
dan sekarang aku yang bertanya, apakah masih ada alasan untuk tidak bahagia? apakah masih ada alasan untuk tidak memperbaiki apa yang rusak? apakah masih ada alasan untuk tidak menyembuhkan apa yang luka? apakah ada kata terlambat untuk memulai hidup yang lebih baik dari sebelumnya?
Komentar
Posting Komentar