Apa yang selama ini kau cari?"jatuh untuk bangkit, bukan terhanyut.-n"
Apa yang selama ini kau kais-kais dari tumpukan duka itu?
Ditengah hiruk pikuknya ibukota, kau masih berharap pada sesuatu yang tidak nyata?
Sungguh memprihatinkan.
Sadarkah kau bahwa selama ini kau melewatkan banyak keajaiban disekitarmu? Tau apa alasannya? Luka yang selama ini sangat amat kau nikmati. Duka yang selama ini membuat mu terbuai, yang membuatmu seakan-akan tak perduli bahwa sebenarnya dunia begitu membutuhkanmu.
Menghabiskan waktu untuk sesuatu yang semestinya tak kau jadikan beban, bahkan tak seharusnya kau fikirkan. Mengapa? Mengapa harus menghujam dirimu sendiri dengan rasa itu? Mengapa harus membiarkan hati itu tercabik-cabik oleh sesuatu yang tidak bisa bertanggung jawab? Mengapa membiarkan diri itu dihancurkan oleh harapan mu sendiri? Sadarlah…
Kau menginginkan untuk berada disisi yang bahkan tidak mengetahui adanya dirimu. Sementara ada sisi yang begitu menginginkanmu disisinya. Mengapa harus mengutuk diri itu?
Apakah tidak cukup jelas terlihat bahwa "rumah" itu telah usang? Hancur dilahap rayap-rayap tak tertanggung jawab. Apalagi yang dinanti?
Jika memang ini salahmu, bukan berarti kau harus mengutuk dirimu bukan? Maafkanlah dirimu sendiri. Bukankah cara terbaik untuk memperbaiki sesuatu hal adalah dengan memaafkan lalu mengikhlaskannya? Tak perlu menyiksa diri dengan mencoba melupakannya, cerita itu begitu indah untuk kau lupakan. Untuk apa membuat skenario yang tersusun begitu rapi, namun akhirnya untuk kau lupakan? Ayolah… tak perlu merepotkan diri. Masa lalu akan tetap menjadi masa lalu. Semuanya berproses, hargai prosesmu.
Bukankah melelahkan berdiam dalam sandiwara? Berpura-pura tersenyum padahal nyatanya hati itu meringis. Berusaha lompat dari satu keramaian menuju keramaian lainnya hanya untuk menutupi kesedihan itu. Itu takkan berhasil sayang, sunyi tetaplah sunyi.
Jangan melulu melemahkan diri, atau luka itu akan semakin menganga. Kali-kali hati perlu diistirahatkan, ia sudah cukup membendung luka. Tak ada yang lebih menyakitkan dari pengharapan pada sebuah ekspektasi bukan? Harapan mu lah yang menghancurkan hari mu. Bertingkahlah sewajarnya.
"kau boleh merasa diposisi paling jatuh, paling rendah, paling bawah, bahkan paling sakit sekalipun. tapi kau tidak boleh memiliki alasan untuk tidak bangkit lagi.-n"Tak perlu menghindar, karena sejauh apapun kau berlari, rasa itu akan selalu menghantuimu. Kita memang harus merasakan sakit lalu menyesal agar diri ini paham bahwa hal yang berharga itu nyata. Berhentilah, maafkan masa lalumu. Lapangkanlah hatimu.
Komentar
Posting Komentar