kamu tau apa yang lebih menyakitkan dari sebuah pengakuan akan patah hati?
sebuah pengakuan kebahagiaan namun diselimuti kepalsuan:)
aku ingin sedikit bercerita tentang hari ini;
langit sedang cerah, aku memilih untuk menikmati siang ini dengan menyeruput kopi favoritku namun rasanya tak seperti biasanya, caramel macchiato. pahitnya tidak berasa sama sekali, bukankah sebuah kopi itu identik dengan pahit? lantas mengapa tak sedikit pun rasa pahit terasa dalam minuman ku kali ini. sepertinya indra pengecapku telah mati, benarkah? begitu hambar, tak berasa.
raga ini tentu disini hari ini, duduk di teras gerai coffee favorit di daerah cibubur. dengan jemari yang menari diatas keyboard laptop ditemani alunan yang terdengar di earphone dari playlist musik favoritnya. sedang berusaha mengungkapkan semua rasa melalui tulisan ini yang terpendam entah sejak kapan. mencari kebahagiaanya sendiri, walaupun hanya semakin sunyi rasanya.
sudut tempat ini tentu ramai, namun entah kenapa kosongnya hati ini begitu terasa, dan luka ini semakin menampakkan jati dirinya. hampa. tatapan ini pun sering kali kosong, entah apa yang otak ini fikirkan. kamu kah? kamu yang jelas-jelas sedang bersenda gurang bersama sosok lain disalah satu restoran didaerah ibukota itu? sepertinya iya. tapi untuk apa sebenarnya? untuk apa sesosok aku terus saja bergelut dengan rasa ini? menanti bahagia kah? entahlah
bantu aku untuk menerka-nerka. aku yang selalu berusaha baik-baik saja ini, hingga kapan mampu bertahan? esok? lusa? ayo jawab. kapan akhir dari kisah ini? aku ingin tau kapan dan bagaimana epilog dari kisah ini? kamu tau bukan? aku yang dahulu menjadi pemeran utamanya. namun kini tergantikan oleh dia begitu saja. mengapa? apa akting ku masih kurang dan tidak menarik lagi? tolong jelaskan.
disaat aku sedang berada di titik proses memperbaiki yang pernah rusak, mengapa kau malah memilih berhenti dan pergi? tak bisakah menunggu sebentar lagi? sepertinya kamu sudah begitu lelah. aku tau aku begitu buruk dimasa lalu, sungguh tak terhitung seberapa banyak kesalahan yang pernah ku perbuat dulu. namun keadaan ini menyadarkanku, dan membuatku ingin merubah dan menebus segalanya. tapi sepertinya sudah terlambat. tak ada lagi waktu dan kesempatan untukku. tak lagi ada maaf yang ingin kamu terima. aku telah menghancurkan segalanya. dan tentu aku menyesal. maaf.
kejadian hari ini adalah hal yang sangat jarang terjadi. sesosok aku berdiam ditengah keramaian, seorang diri. sebab aku tak tau lagi harus melakukan apa selain berdiam dan membisu. mencoba menghubungimu lalu merengek meminta mu kembali?tentu tidak, sebab sudah sangat sering aku melakukan itu namun tetap saja nihil hasilnya. aku begitu merindukan kisah kita dan terlebih lagi membenci keadaan yang sekarang. aku ingin kita kembali. keadaan ini secara perlahan membunuh sosok aku. dan aku begitu takut jika nantinya rasa ini juga ikut terbunuh, mati bersama kenangannya.
seperti biasa, dada ini terasa sesak. seperti ada yang mengganjal namun entah apa. nyata sekali rasanya, sakit. dan hal ini membuat nafsu dan gairah ku turun drastis. apa yang masuk ke dalam mulut ini rasanya sangatlah tidak nikmat, hambar. padahal aku juga ingin tertawa, tertawa yang benar-benar tertawa tanpa ada topeng baik-baik saja yang menutupi kebenarannya. hanya karna agar kau tak risau. aku ingin diriku yang dulu. sudah berapa lama ya aku menjadi seperti ini? hidup tapi mati. semakin jelas senyum ini terukir, maka semakin jelas pula cabikan dihati ini. rapuh sekali.
kau satu-satunya manusia yang tau segala ceritaku, dari berbagai sisi. dan sekarang aku harus bercerita tentang luka bekas mu ini dengan siapa? biasanya kau tujuan utama ku untuk bercerita apapun itu. namun kini semuanya telah berubah. tak mungkin juga jika aku menceritakan kisah ini kepada sipenyebab luka bukan? hingga akhirnya semua tertumpah melalui tulisan ini, berharap suatu saat kau membacanya yang entah kapan. agar kau tau seberapa menyesalnya aku kini. maafkan aku ya.
Komentar
Posting Komentar