ekspektasi...


Aku ingin bertanya, siapa yang bisa menduga tentang pertemuan ini?
Aku?
Kamu?
Dia?
Mereka?
Baiklah akan ku jawab sendiri. Tuhan.

Kala pertama aku melihatmu, aku tidak pernah menyangka ternyata akan seperti ini. Aku yang awalnya tidak berniatan untuk berekspektasi apa apa tentang mu, entah mengapa pada akhirnya harus dihujam perasaan ini. Tidak bisa disangkal, aku kalah dengan ekspektasi ku sendiri. Benar kata pepatah, terkadang ekspektasi tidak selalu sesuai dengan realita.

Hasil gambar untuk quotes ekspektasiAku tau, yang menyakiti sebenarnya bukan manusia lain, tapi ekspektasi yang terlalu berlebihan yang menyakiti diri sendiri. Kata orang cinta tak harus memiliki, akupun dahulu memiliki persepsi seperti itu. Tapi akupun membuktikannya sendiri, bahwa perasaan memang seegois itu, ia ingin memiliki dan tak ingin berbagi. Aku tidak mengatakan bahwa aku mencintaimu. Kita terlalu berjarak untuk hal itu, terlalu asing untuk rasa itu.

     Kamu yang sangat kharismatik seiring berjalannya waktu mampu meruntuhkan perasaan ini. Tak ku pungkiri bahwa ternyata sekarang aku menyukaimu. Menyukai karakter sifatmu, caramu berbicara, cara mu tersenyum. Aku suka pribadimu. Kata orang, aku menyukaimu karna kamu memiliki “tampang”, tapi bagiku, itu adalah bonus.

Tak semua rasa memang harus diungkapkan, seperti halnya rasa ini. Mustahil jika aku harus menyampaikan hal ini langsung padamu, biarkan sajak ini yang mengungkapkannya. Tapi sebenarnya, aku takut jika kau tau tentang hal ini. Aku tak siap. 

Ada kalanya aku merasa lelah dengan hal ini, dan pada saat itu aku merasa sangat egois. Sebab, aku dan kamu terlalu asing. Untuk apa aku berekspektasi sebesar ini? Tentu secara perlahan ekspektasi ini menyakitiku. Tapi, ada kalanya aku merasa sangat kuat, dan kala itu aku merasa menjadi wanita paling hebat, pemeran terbaik dalam kisah ini, namun akupun merasa menjadi pembohong terbesar seantero dunia. Huft.


Komentar