Bisa kau baca kalimat diatas? Cukup jelas bukan?"Jarak adalah sebuah angka kilometer yang mempertegas keberadaan, bukan perasaan."
Kini keberadaan kita dipisahkan oleh jarak. Tapi mengapa rasa kita juga harus "berjarak"?
Mengapa yang sebenarnya hanya raga yang terpisahkan, namun hati ikut-ikutan berjauhan?
Ayolah…
Tangan ini hanya tak bisa menggenggam, namun bukan berarti hati juga tak mampu merangkul bukan?
Mengapa harus menjadi asing? Mengapa harus diakhiri hanya karna keberadaan kita yang berjarak ini? Tak adakah jalan lain selain saling mencoba mengacuhkan padahal kenyataannya kita saling membutuhkan?
Jelas kau tau bahwa menjauhkan diri bukan keinginan ku. Jelas kau tau bahwa sebenarnya aku ingin kita selalu bertemu. Tapi tak ada pilihan lain.
"Aku pergi, bukan berarti tak setia…
Zaman kini sudah canggih bukan? Aku bisa menghubungi mu via Video Call saat kau ingin melepas rindu. Aku masih bisa menemani sepanjang malam mu jika kau mau. Aku masih bisa mendengar semua keluh kesah mu saat kau telah selesai menikmati harimu. Aku tau diruang yang berbeda kita tak mampu saling bersentuhan, tapi fikiran kita saling bertautan bukan? Lalu mengapa dengan mudahnya harus diakhiri hanya karna sebuah jarak?Aku pergi, demi untuk cita-cita♫"
Ku fikir kepercayaan lebih penting, untuk apa saling berdekatan dan tangan saling bergenggaman namun hati saling membelakangi? Mengapa terlalu mudah untuk menyerah? Bukannya aku hanya ingin coba-coba dengan hubungan ini, namun tak bisakah kita sama-sama berusaha mempertahankan apa yang selama ini kita bangun bersama?
Rindu ini akan dibalas temu nanti, kita hanya perlu bersabar. Kita hanya perlu saling menguatkan, bukan meninggalkan. Kita hanya perlu berjuang bersama, bukan menghancurkan salah satunya.
Komentar
Posting Komentar