tak selaras

aku tak ingin lagi melangitkan namamu, tak ada gunanya. sebab kamu malah melangitkan nama insan lain, dan harapmu yang menang diatas sana. tapi aku tak menyalahkan semesta, ia sudah cukup adil. aku tidak kalah, sebab aku sudah lebih dulu mencintaimu. namun kamu malah mencintai dia yang belum tentu membalas rasamu. kamu yang kalah. 

kita hanya digariskan untuk berlayar bersama, meski akhirnya dengan tujuan yang berbeda. semesta hanya menginginkan kita untuk pernah bersama, bukan berakhir bersama. sebab semesta tau, jika semua ini dipertahankan lebih lama maka akan menyakiti salah satunya. lagi-lagi semesta melindungi ku dari luka. 

itu sebabnya selama bersama, aku tak pernah mau menuntut, aku tak ingin dituntut. bukan pula karna aku tak ingin membaik seperti inginmu, hanya saja aku tak ingin memberikanmu janji yang kecil kemungkinannya untuk ditepati. pun jika aku ingin, aku tak tau kapan waktunya. dengan wujudku yang masih manusia, belum berubah menjadi sosok malaikat. maka dari itu, tentu aku masih bisa memberikanmu kecewa. lagi-lagi semesta mencegah hal itu terjadi. 

akupun takut, jika suatu saat aku berhasil memenuhi tuntutanmu, kamu sudah tak lagi disini. entah karna kamu sudah terlalu lelah untuk menunggu atau karna ada yang lebih dulu memenuhi inginmu itu. tentu aku tak ingin hal itu terjadi, disaat aku sudah terlalu jatuh nantinya. 

bukannya aku lebih dulu mengibarkan bendera putih sebelum melihat medan perang. hanya saja aku tak ingin beradu dengan sosok yang jelas-jelas semua inginmu ada padanya. ya, utuhmu bukan aku. dan kamu berhak mendapatkan utuhmu. bukan keahlianku untuk membolak-balikkan hati. maka dari itu akan ku serahkan pada ahlinya. dan aku akan mencari jalan lain, yang tidak ada kamu disitu.


tak apa, setidaknya kita pernah. meski salah satunya memutuskan untuk pindah haluan. aku tak ingin menghalangi pandanganmu terhadap dunia, mu. 

Komentar